Melakukan Migrasi Sistem Operasi dan Software Legal di Lembaga Pemerintahan.

Pada bulan Agustus 2009 lalu saya dan beberapa teman mendapatkan tugas untuk melakukan migrasi Sistem Operasi dari yang boleh dibilang Ilegal (Windows bajakan) juga software Ilegal.Kegiatan Migrasi ini saya lakukan di lingkungan kantor saya yang merupakan Lembaga milik Pemerintah.Berdasarkan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 05/SE/KOMINFO/10/2005 tentang Pemakaian Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah.Juga Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor SE/01/M.PAN/3/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS).Kita bergerak membentuk tim yang disebut Tim Teknis Open Source Software (OSS).

Yang kami lakukan selama proses migrasi adalah sebagai berikut :

Tahap I :

  • Pihak CIO (Chief Information Officer) sebagai pengambil keputusan beserta Tim CIO menetapkan aplikasi, software dan Sistem Operasi yang akan digunakan dalam migrasi OSS. Pada kantor saya pilihan Sistem Operasi yang akan dipakai adalah Ubuntu 9.04 dan Open Office untuk aplikasi perkantorannya. Hal ini dipilih karena Ubuntu merupakan Distro Linux Open Source dengan pengguna terbanyak di dunia. Dan banyaknya komunitas yang menggunakan distro ini menjadi pertimbangan Tim CIO, karena support dan problem solving akan lebih mudah ditangani dalam proses migrasi nanti.
  • Pihak CIO menetapkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan dan Pengangkatan Tim Teknis Open Source Software (OSS).
  • Pembentukan Tim Teknis OSS.Kita membentuk Tim Teknis menjadi 2 Layer.
  • Tim Help Desk Support (Layer 1)Tim ini merupakan orang-orang yang dikirim oleh unit-unit kerja pada setiap bagian yang merupakan orang yang cukup berkompeten dalam melakukan Migrasi OSS. Orang-orang ini merupakan pihak yang terjun langsung ke lapangan untuk melakukan migrasi dan menangani masalah yang terjadi langsung kepada user.
  • Tim Teknis OSS (Layer 2) Tim ini merupakan layer 2 yang merupakan Tim Teknis yang akan menangani masalah dan kendala yang terjadi pada Layer 1. Memanajemen aktifitas pemanfaatan perangkat lunak OSS si lingkungan Lembaga. Pusat Dukungan (Support Center) untuk pemanfaatan perangkat lunak OSS di lingkungan Lembaga. Pengelola Sistem Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management Sistem) untuk pemanfaatan perangkat lunak OSS di lingkungan Lembaga.
  • Melakukan Training Instalasi dan Aplikasi Software kepada Tim Help Desk (Layer 1).
  • Melakukan Migrasi Software Open Source.

Tahap II :

  • Menyiapkan sarana dan prasarana Migrasi Linux.
  • Server Repositori Linux Ubuntu ( Untuk melakukan update dan upgrade software pada Ubuntu). (Pilihan agar proses Update dan Upgrade lebih cepat).
  • Menyiapkan dokumentasi Minimum Requirment Spesification Hardware Komputer. Ubuntu 9.04 tidak dapat berjalan pada memory 128 mb.
  • Menyiapkan CD Linux Ubuntu 9.04 maupun CD Repositorinya.
  • Menyiapkan Line Telepon Ext untuk Help Desk Support Center.
  • Menyiapkan Web Forum (Diskusi OSS) maupun Mailing List yang bisa diakses oleh user maupun Tim Help Desk Layer 1.
  • Mencatat semua komputer yang akan dimigrasikan atau tetap menggunakan software Windows Legal.
  • Melakukan sosialisasi kepada user untuk menggunakan software Legal / OSS.
  • Mensosialisasikan keharusan untuk segera beralih ke penggunaan software Legal, karena ada sangsi bagi pengguna/user software non legal.
  • Mengadakan training penggunaan Software Linux dan Sistem Operasi Linux.
  • Melakukan Migrasi ke Open Source OS / Legal Software. (Sangat disarankan menyiapkan hard disk eksternal pada saat migrasi guna memback up data user).
  • Melakukan Audit dan Pendokumentasian Data Migrasi.

Hambatan dan Pemecahannya :

  • Adaptasi yang agak lama kepada user yang baru mengunakan Linux, ini mengakibatkan mereka kerap kembali menggunakan Sistem Operasi Non Legal (Windows Bajakan).
  • Aplikasi yang tidak kompatibel dengan Linux. Mis : Visual Fox Pro, Aplikasi Perpustakaan Pro Quest yang dibuat oleh Pihak ketiga, Lotus dll. Kendala ini diatasi dengan tetap menggunakan software berbasis Windows tetapi Legal. Adapun aplikasi yang berjalan di windows dan legal ada beberapa yang bisa di jalankan di Linux Ubuntu menggunakan Wine. Tapi kami biasanya menyarankan aplikasi yang sama tetapi memang bawaan Linux seperti Photoshop di Windows kami sarankan menggunakan GIMP atau Dreamweaver bisa menggunakan BlueFish dsb.
  • Beberapa Printer tidak kompatibel dengan Ubuntu. Untuk printer HP bisa diatasi menggunakan software hplib yang bisa di download secara free. Printer HP rata-rata kompatibel dengan Ubuntu. Lain halnya dengan Canon, printer ini banyak yang serinya tidak kompatibel dengan Ubuntu.
  • Sebaiknya mengganti printer Canon ke printer yang kompatibel dengan Ubuntu/Linux.
  • Pada saat Migrasi banyak kendala yang dihadapi biasanya pada saat proses instalasi. Maka dari itu web forum atau pun Milist akan sangat diperlukan. Misal pada saat penginstalasian kernel panic ataupun monitor tidak dapat mendeteksi Ubuntu.

  1. Pihak CIO menetapkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan dan Pengangkatan Tim Teknis Open Source Software (OSS).
Advertisements