Exploring Cirebon

Yap… mulai mencoba menulis kembali, sebenarnya banyak yang pengen gua tulis ke dalam blog ini cuma akhir-akhir ini banyaknya kerjaan yang bikin nulis blog jadi tertunda.

Exploring Cirebon… haha… gara-gara temen kantor gua nikahan di Cirebon gua berkesempatan buat kesana plus menjelajahi kotanya sekalian… sekali dayung dua tiga pulau terlampaui… hahaha noraaak… ke Cirebon kali ini gua rencanain cuma satu hari aja dan pulang pada sore harinya.

6 Desember 2009 memulai bersiap-siap menuju stasiun Gambir, gua naik kereta Bisnis Cirebon Express keberangkatan jam 6 pagi. Klo hari biasa bukan hari libur dapetin tiket sih gampang-gampang aja, kebetulan gua berangkat pas bukan hari libur nasional jadi sepi-sepi aja.  Untuk kelas bisnis seharga 70 ribu, klo mau dingin ga kepanasan ya tinggal nambah 15 ribu buat tiket eksekutif. Kebetulan gua berangkat bareng 3 orang temen kantor gua. 5.30 gua udah nyampe Gambir, menanti kereta jam 6 pagi. Tepat jam 6 kita langsung naik ke kereta. Kebetulan slah satu temen gua naik kereta eksekutif jadi beda gerbong dengan gua dan kedua orang temen gua lainnya. Klo boleh dibilang kelas bisnis ini lumayan nyaman, keretanya bersih lah seenggaknya, karena sepanjang perjalanan ada cleaning service nya gua liat selalu membersihkan sampah yang dihasilkan para penumpang. Buat seorang backpaker kereta bisnis ini cukup nyaman lah, gua pun nyempetin masuk ke gerbong eksekutif yah lebih nyaman lah karena dilengkapi AC, dibandingin kelas bisnis yang gua tumpangin kelas eksekutif ini justru lebih banyak penumpangnya, tiap bangku terisi. Sedangkan di kelas bisnis banyak bangku kosong yang tersedia. Bahkan gua bisa tiduran di bangku kosong itu.

Perjalanan Jakarta – Cirebon biasanaya ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam, namun gua baru  sampai di Cirebon sekitar pukul 10 pagi. Wah agak-agak lama juga, untungnya gua dikereta bareng temen-temen gua yang lumayan bisa diajak becanda hahaha… Yudhi dan Titis… jadi lumayan ga ngerasa bad mood 😉

Sesampainya di Stasiun Cirebon gua harus malanjutkan ke Tempat Resepsi temen gua di Hotel Jamrud yang bisa ditempuh menggunakan becak dari stasiun Cirebon. Sempet mengabadikan stasiun Cirebon dan jadi tukang foto dadakan temen-temen gua yang agak narsis hehe… gua langsung ke Hotel Jamrud. Kota ini tidak terlalu ramai dengan kendaraan, dari info yang gua lihat dari internet, kota ini ramai pada hari-hari tertentu. Misalnya tanggal 1 muharram, yah kota ini memang lekat dengan Penyebaran Agama Islam. Karena di kota ini terdapat 4 Keraton yang juga asal dari Sunan Gunung Jati salah satu dari sembilan penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Nyempetin makan Empal Gentong khas Cirebon di Resepsi temen gua, Jam 2 Resepsi  temen gua kelar … yeahhh… It’s time to Exploring Cirebon… karena temen-temen gua gila kondangan… dan mereka semua harus balik ke Jakarta Yudhi, Itaq, Titis dan Diyah,, dengan jiwa backpacker yang membara gua putuskan menjelajah kota ini sendirian hahaha….

Setelah gua browsing sebelumnya potensi wisata kota ini… memang tidak banyak yang gua dapatkan, rata-rata menceritakan tentang Keraton yang ada di Cirebon dan kota  pelabuhan. Sebenarnya ada 4 keraton di Cirebon tapi yang paling terkenal adalah Keraton Kasepuhan… ini tujuan gua  yang pertama. Klo dari stasiun Cirebon bisa ditempuh dengan becak selama 15 menitan. Keraton Kasepuhan dibangun 1529 sebagai perluasan dari Keraton tertua di Cirebon, Pakungwati, yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana, pendiri Cirebon pada 1445. Kejayaan keraton ini juga terlihat dengan sebuah bangunan masjid yang bernama Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang ada dalam kompleks Keraton Kasepuhan, begitu indah dan dibangun 1549.

Keraton Cirebon  sangat erat kaitannya dengan Sunan Gunung Jati salah satu dari Wali Songo. Beliau merupakan pemimpin spiritual, sufi, mubaligh dan da’i pada zamannya juga sebagai pemimpin rakyat, karena beliau menjadi raja (sultan) di kesultanan Cirebon.

Masuk kekawasan ini gua harus membeli tiket masuk seharga 2500 rupiah dan mengisi buku tamu. Biasanya ada yang menawarkan sebagai guide. Masuk ke kawasan Keraton  kita akan disambut oleh Gerbang terbuat dari bata bercat putih. Setelah masuk kearea keraton gua masuk ke sayap kiri keraton di sana ada rombongan ibu-ibu dari Jakarta juga karena gua ga pake Guide yah… nebeng-nebeng info aja hehe…

Didalam bangunan ini kita dapat menjumpai kereta Barong, namun sejak 1942, kereta ini tidak dipergunakan lagi, dan hanya dikeluarkan tiap 1 Syawal untuk dimandikan.  Didalam bangunan ini juga gua lihat peninggalan keris, pedang dan meriam portugis.

Kemudian gua beranjak ke pedopo utama, tempat para raja-raja melakukan pertemuan. Ngobrol-ngobrol dengan salah satu penjaga di sana tempat ini ramai digunakan sebagai tempat upacara apabila ada hari besar Islam. Di belakang bangunan ini terdapat kediaman keturunan Keraton Cirebon ini, untuk pengunjung tidak dapat masuk kekawasan itu.

Bangunan ketiga yang gua masukin adalah tempat penyimpanan benda-benda pusaka, letaknya di sayap kanan keraton kasepuhan ini. Didalamnya agak gelap dan lemari-lemari disana terlihat agak kusam. Banyak peninggalan dari Sunan Gunung Jati seperti rebana, gamelan, keris, tombak dll. Ngobrol dengan salah satu penjaga di sana, dia malah sempat menawarkan konsultasi dengan keturunan keraton disana… Yah mungkin dengan imbalan dana lah hehe…

Sebenarnya gua pengen menyempatkan ke Keraton Kanoman yang masih saudara keraton Kasepuhan. Berdasarkan catatan sejarah, ketika Sunan Gunung Jati masih hidup, Cirebon hanya memiliki satu keraton. Namun, setelah meninggal, keraton berhasil dipecah menjadi dua oleh Belanda. Keraton pertama yang ada adalah Keraton Kasepuhan. Cuma karena kendala waktu, gua ga jadi kesana. Rute gua selanjutnya ialah Pelabuhan Cirebon. Kenapa gua pilih ini  karena Cirebon dikenal sebagai kota pelabuhan. Sekitar jam setengah 4 gua berjalan kaki dari Keraton Kasepuhan ke daerah pelabuhan, sekitar 20 menit jalan kaki luamayan lah panas udara kota Cirebon yang ga jauh beda sama Jakarta… untung ada souvenir anduk resepsinya temen gua yang bisa diberdayagunakan hehehe… dari pelabuahan Cirebon terlihat kapal-kapal besar barsandar, ga jauh dari situ ada taman hiburan yang bernama Taman Ade Irma Suryani, tapi hari itu nampak sepi…  ga jauh dari situ nampak Bank Indonesia yang berdiri dengan balutan cat berwarna Putih, nampak seperti bangunan Belanda tapi sangat terawat. Pelabuhan ini tidak nampak aktifitas yang sibuk hanya beberapa kapal nampak sedang bersandar dan menurunkan muatannya. Disisi pelabuhan nampah gudang-gudang tua peninggalan VOC, bahkan di sisi atas depan bangunannya masih tercetak tahun pembangunan bangunan tersebut juga tulisan VOC yang masih terbaca dengan jelas. Kini bangunan-bangunan itu nampaknya digunakan oleh perusahaan-perusahaan ekspedisi swasta.

Yap setelah menelusuri  kawasan pelabuhan gua menyempatkan ke alun-alun kota Cirebon disamping alun-alun terdapat sebuah Masjid Megah bernama At-Taqwa gua menyempatkan buat solat ashar dulu disana…, masjid ini tampak modern dilengkapi sebuah menara yang pengunjungnya dapat menaikinya sampai keatas. Alun-alun ini tampak seperti alaun-alun Jogja namun lebih kecil biasa buat warga Cirebon menghabiskan waktu sorenya.

Jam 17.00 kereta gua sudah menunggu dan gua harus segera balik ke Jakarta, dengan menggunakan Eksekutive Cirebon Express . Back to Rock City Jakarta hahaha…

Advertisements

2 thoughts on “Exploring Cirebon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s